Tampilkan postingan dengan label dapat uang di rumah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label dapat uang di rumah. Tampilkan semua postingan

Kamis, 01 Oktober 2020

Chapter 2: kenapa harus menulis?

Taylor Swift
Pertama kali aku menulis sendiri itu dari pas TK. Tapi, kalau pertama kali menulis yang menjadi sebuah karya—sepenuh hati, itu baru mulai 2019. Sebenarnya dari SD di pondok, aku pernah, sih nulis cerita sampai sebuku gitu, sejenis buku KKPK—karena pas SD bacaannya buku Kecil-Kecil Punya Karya, ya mungkin karena dulu aku masih anak kecil, jadi asal ngikutin nulis-nulis aja gitu. Ingat ya itu bukan bakat, itu cuma karena aku habis baca, terus mau nulis. That's it. Pernah juga pas SD, ada temanku yang bikin komik bergambar di buku tulis, aku juga ikutan. So, itu pengalaman nulis aku pas SD.

SMP? Aku enggak pernah lagi nulis-nulis karya begitu, boro-boro. Entahlah masa SMP-ku hanya habis oleh kebucinan pada Oppa & Eonni. Bahkan berlanjut hingga tingkat satu SMA. Pas kelas dua SMA, enggak tahu keberuntungan atau emang takdir, aku pindah kelas karena sudah penjurusan. Aku masuk kelas IPS dan sebangku sama orang yang sukanya nge-Wattpad. Dia selalu ngoceh tentang CEO-CEO kece di Wattpad, dan aku selalu iya-iya aja biar cepet. Capek ngeladenin imajinasi dia, masalahnya itu cuma khayalan, ngehalu mulu itu bocah satu. 

Udah ketebak dong apa yang terjadi selanjutnya? Iya, aku berasa dicekokin obat sama ortu pas lagi sakit. Mau enggak maunya aku telen itu obat. Buku Wattpad pertama kali yang dia sodorin ke aku itu The Perfect Husband karya Indah Riyana. Momennya lagi UTS dan kata dia aku suruh cepet baca buku itu gegara itu buku bukan punya dia. Okey, berbekal rasa tidak mau mengecewakan, aku baca itu buku cuma satu malam, bergadang, enggak tidur dan paginya berangkat sekolah, UTS, wassalam. 

Btw, karena itu buku novel pertama kali yang aku baca selama aku hidup, jadi, aku akan selalu inget kesan, tempat, hingga waktunya. Dari novel itu juga aku baru sadar kalau adegan kissing itu bisa ada atau diutangin dalam tulisan. 

Semenjak itu, aku selalu pinjem novel-novel punya temen aku. Aku baca cepet, langsung balikin, biar dia enggak kapok minjemin aku buku. Aku mulai punya Wattpad, aku baca cerita-cerita di sana juga. Hingga temen aku ini juga yang ngenalin aku sama novel Tere Liye—sampe sekarang aku fans berat bukunya, dan, novel Tere Liye yang pertama kali aku baca dan langsung bikin jatuh hati, judulnya Daun yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin. 

Dari situ, aku mulai kecanduan sama tulisan-tulisannya, pinjam sini sana, hampir semua bukunya udah aku baca, kecuali buku serial anak. Sempat juga mencoba nulis di Wattpad judulnya Skyla, tapi, cuma selesai prolognya doang. Hingga lulus SMA aku cuma jadi penikmat bacaan tanpa nulis lagi. Nah, di sela antara kelulusan sama masuk kuliah itu kan libur panjang, aku mulai coba-coba nulis. Dan, itu cuma berhasil jadi tujuh puluhan lembar kalau enggak salah, sampe sekarang masing gantung itu cerita. Entahlah ingin dilanjut atau enggak, kayaknya selera ngelanjutinnya udah hilang, sih. 

Waktu kuliah udah mulai semester satu itu aku enggak terlalu fokus nulis lagi. Itu tepatnya akhir tahun 2018, aku coba-coba isi blog, cuma nerjemahin ceramah Dr. Zakir Naik sama esai pengalaman hijrah yang kalah saat dilombakan. Daripada itu tulisan ngendap, jadi, ya posting aja di blogspot. Ah, iya, mengenai blogspot, aku udah tahu profesi blogging dari SMP, ada temen yang ngisi-ngisi blog, dan aku enggak tertarik tapi pernah belajar. 

Berlanjut kuliah semeter dua awal 2019 aku ketemu temen baru di salah satu organisasi yang aku ikutin. Kita berteman di WhatsApp juga. Suatu ketika aku lihat SW dia isinya e-sertifikat juara cerpen di komunitas sastra gitu. Dalam hatiku, keren nih, aku mau kayak begitu, lumayan. Temenku inilah yang membuat aku terjun ke komunitas sastra via WhatsApp hingga detik ini. Aku lupa tepatnya gabung bulan apa, antara Januari dan Februari. Pernah ada tugas bikin Cerita Mini (CerMin), tapi, aku enggak menang. Jadi aku posting aja di blog ini

Hingga tiba suatu waktu ada tugas membuat anekdot. Dan, aku juara satu, ehehe. Begini, nih anekdot buatanku: 

Anekdot

Semakin percaya dirilah aku buat ikut lomba yang kebeneran di-share di grup sama admin komsasnya. Berbekal skill menulis yang masih cetek, aku nekat kirim karya puisi pertamaku ke lomba yang diadakan oleh GMBI. Iya, itu pertama kalinya aku bikin puisi dan langsung nekat kirim buat lomba. Pernah SMA kelas satu dulu ada pelajaran bahasa Indonesia aku disuruh baca puisi Chairil Anwar, dan itu memalukan banget, karena aku enggak bisa berpuisi apalagi ngebacain. Singkat cerita, hasil lombanya begini: 


Kalau dulu, sih bangga banget bisa sebuku sama Alm. Eyang Sapardi Djoko Damono. Tapi, sekarang aku sadar, kalau aku bisa sebuku puisi sama beliau gegara uang. Iya, lomba itu pendaftarannya memang enggak dipungut biaya, tapi, minimal aku harus beli satu buku karya tersebut. Belakangan ini aku jadi mikir, yah inimah sebuku bukan karena puisiku bagus apalagi sespesial martabak pakai 4 telor. Mereka hanya mengutamakan yang membeli buku itu makanya diberikan "selamat Anda berhasil sebuku dengan Sapardi Djoko Damono". Begitulah kira-kira. Dahulu aku rajin ikut lomba berbayar dengan iming-iming karya dibukukan. Semakin lama, aku paham dan lebih milih lomba pure gratis tanpa syarat kalau menang harus beli bukunya. Karena dengan ikut lomba kayak gitu, bisa lebih mengukur potensi yang aku punya. Bukan soal enggak mau beli buku, hanya ingin mengukur. 

Walaupun aku udah ngikut lomba online begitu, tetep aja enggak ada satu pun yang menang. Mungkin itu salah satu faktor setelahnya yang bikin aku vakum menulis dari Juni 2019—if I'm not wrong. Alasan lain mungkin juga karena sok sibuk sama semester tiga di kuliah. Ehe. 

Taylor Swift

Intinya, kenapa aku harus nulis? Pertama, aku takut melupakan hal bersejarah dalam hidup ini. Kedua, karena enggak ada yang sudi berjam-jam buat dengerin kisah hidup aku yang belum tentu penting bagi mereka. Ketiga, karena skripsi butuh ditulis. Keempat, nulis bisa dapet uang, lumayan bisa freelance. Kelima, menyusul. 


Minggu, 09 Agustus 2020

Review IDN App, Aplikasi Baca Tulis Berita Terlengkap buat Millenials!

https://www.idntimes.com/tech/trend/tita/lomba-blog-review-idn-app-buat-1-tulisan-raih-hadiah-jutaan-rupiah

Membaca dan menulis adalah salah dua hal yang sangat penting dijadikan hobi kaum milenial. Bahkan, semakin pesatnya era digital di dunia—termasuk di Indonesia, kedua hal itu semakin mudah untuk dilakukan. Hanya dengan memiliki Aplikasi Berita Terlengkap, yaitu, IDN App, kamu akan sangat dimanjakan dalam membaca atau mengakses berbagai informasi terkini. 

Dan, tidak hanya sebagai aplikasi baca berita, kamu juga bisa menuliskan ide-ide kreatif yang bermanfaat dalam bentuk artikel, yang mana, artikel tersebut berpeluang untuk dibaca oleh banyak orang, sekaligus menghasilkan uang jutaan rupiah, lho. Yuk, simak review lengkapnya tentang IDN App berikut! 

1. Mudahnya proses mendaftar

Setelah kamu men-download IDN App melalui Play Store atau App Store, selanjutnya kamu harus mendaftar akun agar bisa menikmati berbagai fitur menguntungkan di dalamnya. Dan, kamu tidak perlu khawatir akan kesulitan dalam mendaftar akun atau susah-susah membuat akun baru. Kamu bisa langsung masuk dengan akun Facebook maupun akun Google-mu, kok. 

2. Dilengkapi fitur tanya jawab

Nah, fitur yang satu ini dijamin cocok banget sama kaum milenial yang pada dasarnya selalu ingin tahu banyak hal. Yap, fitur tanya jawab yang bisa kamu akses dengan menekan tombol + (plus) pada menu bar, nantinya akan langsung muncul ikon tanya jawab yang bisa langsung kamu klik. Kamu bisa menggunakan fitur ini untuk menanyakan perihal apa pun yang bersarang di benakmu. Nantinya, kamu bisa membaca berbagai perspektif dari jawaban orang lain atas pertanyaan kamu tersebut. 

Tidak hanya itu, kamu juga bisa menjawab pertanyaan dari para pengguna IDN App lainnya dengan cara klik fitur tanya jawab pada homepage, lalu, klik temukan lebih banyak. Di sana, kamu bisa meng-upvote atau men-downvote jawaban dan pertanyaan tersebut, juga bisa mencari pertanyaan terbaru, paling banyak dijawab, dibagikan dan di-upvote oleh orang lain. Seru, bukan? 

3. Tampilan beranda (homepage) yang lengkap

Jika, kamu sudah mendaftar akun, selanjutnya kamu akan disuguhkan tampilan utama atau beranda yang sangat elegan. Tidak tanggung-tanggung, IDN App menyajikan artikel-artikel terpopuler, terbaru, terunik hingga artikel pilihan yang bisa kamu baca dan nikmati. Kamu tinggal memilih dengan cara men-scrolling layar ke bawah untuk mencari artikel sesuai passion-mu dengan cepat tanpa lama. 

4. Terdapat fitur history

Pernah tidak, sih kamu merasa lupa mem-bookmark karena terburu-buru saat membaca suatu artikel, lalu, teringat untuk membacanya lagi, atau membagikannya pada orang lain, tapi, kamu sudah beranjak ke artikel selanjutnya? Nah, untuk kembali ke artikel yang kamu baca sebelumnya itu, kamu bisa menggunakan fitur history, yang mana, kamu bisa membuka atau membaca ulang artikel yang telah kamu baca tadi. Caranya tinggal klik profile pada menu bar, lalu, klik fitur terakhir dibaca. 

5. Dilengkapi berbagai fitur untuk penulis pemula

Selanjutnya, bagi kamu yang memiliki ide kreatif untuk dituliskan, IDN App sudah menyediakannya, nih. Kamu bisa menulis artikel dengan topik apa pun yang kamu sukai. Caranya dengan klik ikon + (plus) pada menu bar, lalu, klik tulis artikel. Jangan khawatir, jika kamu masih bingung tentang caranya menulis artikel di IDN App, kamu bisa klik profile pada menu bar, lalu, klik panduan menulis. Di sana kamu akan dikenalkan fitur-fitur menulis, syarat dan ketentuan menulis artikel, hingga tips agar artikelmu lekas terbit. Semua penjelasan tersebut bisa kamu nikmati dalam bentuk artikel, podcast maupun video, lho. 

6. Fitur bookmark tanpa batas

Selanjutnya, kamu yang sibuk atau belum punya waktu untuk membaca artikel, kamu bisa menggunakan fitur bookmark ini. Artikel yang menurutmu penting, dan ingin kamu baca lagi nanti, bisa kamu klik simbol bookmark yang ada pada artikelnya hingga berubah menjadi warna merah. Dan, hebatnya lagi, fitur bookmark ini bisa menyimpan artikelmu sebanyak-banyaknya alias tidak akan ada batasan artikel untuk disimpan. Jika, kamu sedang mencari suatu artikel, kamu bisa klik keyword artikel yang kamu inginkan pada search ikon bagian atas homepage, nanti, akan muncul deretan artikel yang relevan dengan keyword yang sedang kamu ketikkan. 

7. Tidak ada iklan yang menggangu

Jika kamu salah satu orang yang jengkel banget sama yang namanya banner iklan ketika membaca artikel, di IDN App pasti kamu tidak lagi merasakannya. Kamu bisa menikmati atau membaca artikel mana pun tanpa iklan yang menganggu, semua bersih sebagaimana yang kamu idamkan. 

8. Topik bermacam-macam

Kelebihan yang tidak bisa lagi dimungkiri dari IDN App ini adalah topik artikelnya yang lengkap dan beragam. Dari mulai news, bisnis ekonomi, otomotif, sport, travel, teknologi, life, hype, health, food, science, men, quiz, fiction hingga opini, lho! Kamu juga bisa mengatur topik artikel dengan klik explore pada menu bar. Kamu bisa memilih berbagai topik yang kamu inginkan agar muncul di berandamu, mudah bukan? 

9. Fitur event dan redeem poin bagi penulis

Setiap bulannya, IDN App ini juga memberikan berbagai promo menarik bagi para penulis artikel di IDN App. Event atau promo ini bisa kamu lihat di beranda bagian atas, kamu bisa klik tulisan lihat semua promo untuk mengetahui lebih lanjut terkait promo itu. Contohnya seperti, kamu akan mendapatkan bonus 1000 poin dengan menulis 4 artikel yang mana 1000 poin itu setara dengan Rp100.000. 

Sayangnya, untuk saat ini, untuk mengklaim artikel tersebut masih belum tersedia melalui IDN App, kamu harus mengaksesnya melalui website. Tapi, untuk menukar atau redeem poin, kamu masih bisa dengan mudah mengaksesnya di IDN App, kok. Kamu tinggal klik profile pada menu bar, lalu, klik fitur redeem, yang mana nantinya, poin itu akan dikonversikan menjadi uang ke rekeningmu. 

Kamu juga bisa menikmati berbagai fitur sebagai penulis artikel di IDN App dengan klik profile pada menu bar, di sana terdapat fitur draft, published, pending dan rejected. Dan, FYI, IDN App sudah memiliki sistem baru untuk setiap artikel yang dikirimkan oleh penulis, yaitu, jika artikelmu sudah masuk di kolom pending selama lebih dari 30 hari, maka, akan otomatis tertolak atau masuk ke kolom rejected. Tapi, jangan sedih, kamu masih bisa mengirimkan berbagai artikel kreatif yang menarik dan lebih fresh lagi, kok! 

10. Pemberitahuan artikel dan loading time yang cepat

Selanjutnya, kamu bisa mengikuti penulis artikel favoritmu guna mendapatkan notifikasi artikel terbaru yang diterbitkannya, lho. Tidak hanya itu, kamu juga akan mendapatkan notifikasi berita-berita terbaru, terkini, dan terhangat yang tengah terjadi setiap hari. Jadi, kamu tidak akan ketinggalan berita, deh. Dan, jangan khawatir akan proses loading time yang lama pada IDN App, karena, IDN App telah memperbaiki bug yang menggangu dan kamu bisa berselancar atau mengeksplor berita sepuasnya, di mana saja dan kapan saja tanpa loading lama. 

11. Ukuran aplikasi tidak berat, hemat kuota dan dilengkapi fitur dark mode

Siapa yang suka mengincar ukuran aplikasi yang relatif kecil tapi multifungsi? Jika kamu adalah orangnya, IDN App adalah pilihan yang tepat. Pertama, kamu bisa membaca dan menulis artikel dengan kuota yang hemat dan pastinya tidak juga memberatkan ponselmu karena ukuran aplikasi yang kecil. Kedua, kamu bisa mengatur dark mode ketika membaca artikel atau berita di IDN App, menarik, bukan? 

12. Fitur sharing yang mudah dan cepat

Ketika kamu sedang membaca artikel yang menurutmu penting untuk diketahui banyak orang, kamu bisa gunakan fitur sharing. Di IDN App, caranya mudah dan cepat banget, kamu tinggal klik ikon bagikan. Kamu bisa membagikan artikel tersebut melalui ke semua media sosialmu, seperti, Instagram, Facebook, Twitter, Line, bahkan men-copy link artikel tersebut, lho. 

Itulah review singkat terkait IDN App berdasarkan pengalaman penulis ketika menggunkannya. Aplikasi ini sangat cocok untuk terus mengasah minat baca dan tulis bagi Millennials dan Gen Z. Tampilannya yang sederhana, elegan, dan dilengkapi berbagai fitur menarik yang mudah dipahami bagi pengguna pemula. 

Kamu bisa mengunduh IDN App secara gratis di Play Store dan App Store sekarang juga, dan nikmati berbagai keuntungan fitur di atas, ya! 

Popular Post